Tuhan Saksikanlah Lukisan Mimpi Itu

 Ini adalah sebuah puisi yang pernah saya tulis buat seorang yang saya hormati. Selama bersamanya, saya tidak melihat JEMU dalam langkah kesungguhan dan usahanya mengejar mimpi.

Tidak, ya memang tak pernah sekali pun dia memperlihatkan JEMU kepada saya! Kagum dengan segala dalam dirinya, menyebabkan saya menjadikannya idola. Cuma mungkin ‘jodoh kami tak panjang’. Mungkin kebetulan atau mungkin juga sebuah ketentuan.

Tuhan Saksikanlah Lukisan Mimpi Itu

Telah dilukiskan sebuah mimpi
Yang menemani lena malam syahdu
Yang dilayarkan dalam siang terik
Dibiarkan resap di setiap saraf nadi hidup
Tuhan, saksikanlah lukisan mimpi itu

Pencinta mimpi itu sedang berlari
Mengejar mimpi lewat senja mentari
Nekad, mimpi itu tak akan selamanya mimpi
Dia terus mengalun dan melagukan mimpi
Tuhan, saksikanlah lukisan sebenar mimpi itu

Aku mengelap peluh kesunguhannya
Aku mendengar sendu pilunya
Aku menghidu segar hilai semangatnya
Impiannya menjadi pemilik mimpi
Tuhan, saksikanlah lukisan mimpi itu

Tuhan
Saksikanlah lukisan mimpi itu
Doaku selalu
Lebarkan sayapnya terbang menggapai mimpi
Biar mimpi itu gemilangkan hayatnya
Demi mimpi, demi dia dan kami

shida ayub – 5 Mac 2008

Bila saya terima panggilannya – minta betulkan e-mel yang tak boleh dibuka, teringat yang saya sudah lama tidak berbuat apa-apa untuknya. Apapun, saya pernah menjadi seseorang yang sangat menyokong langkah dan kesungguhannya. Ia pengalaman yang cukup menjadikan hidup saya lebih HIDUP =)

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s